LAPORAN ARUS KAS
- DEFINISI LAPORAN ARUS KAS
- Suatu Laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi,kegiatan transaski investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan atau pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
- TUJUAN LAPORAN ARUS KAS
- Tujuan utama dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas entitas selama suatu periode.
- KLASIFIKASI ARUS KAS
- Operasi (Pos-Pos laporan Laba Rugi)
- Arus kas masuk
- Dari penjualan barang dan jasa
- Dari pengembalian atas pinjama (bunga) dan ekuitas (dividen)
- Arus kas keluar
- Kepada pemasok persediaan
- Kepada karyawan untuk jasa yang diberikan
- Kepada perintah untuk membayar pajak
- Kepada kreditor untuk membayar bunga
- Kepada pihak lain untuk membayar beban
- Investasi (Pos Aktiva jangka Panjang)
- Arus kas masuk
- Dari penjualan properti, pabrik, dan peralatan
- Dari penjualan sekuritas hutang atau ekuitas entitas lain
- Dari penagihan pokok pinjaman yang diberikan kepada entitas lain
- Arus kas keluar
- Untuk membeli properti, pabrik dan peralatan
- Dari penjualan sekuritas hutang atau ekuitas entitas lain
- Untuk memberikan pinjaman kepada entitas lain
- Pembiayaan (Kewajiban jangka panjang dan ekuitas)
- Arus kas masuk
- Dari penjualan sekuritas entitas
- Dari penerbitan hutang (obligasi dan wesel)
- Arus kas keluar
- Kepada pemegang saham sebagai dividen
- Untuk melunasi hutang jangka panjang atau memperoleh kembali modal saham
- METODE LAPORAN ARUS KAS
- Metode Langsung
- Melaporkan peneriman kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi. selisih diantara kedua jumlah tersebut adalah arus kas bersih dari kegiatan operasi.dengan kata lain ,metode langsung mengurangi penerimaan kas operasi dengan pengeluaran kas operasi.
- Metode tidak langsung
- Metode tidak langsung (metode rekonsiliasi) dimulai dengan laba bersih dan kemudian dikonversi menjadi arus kas bersih dari kegiatan operasi. Dengan katalain, metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih dari pos-pos yang mempengaruhi pelaporan laba bersih tetapi tidak mempengaruhi kas.
NAMA PERUSAHAAN
Laporan Arus Kas
Periode Yang Dicakup
Arus
kas dari kegiatan
operasi XXX
Laba
bersih
Penyesuaian
untuk merekonsiliasi laba bersih terhadap kas bersih yang disediakan oleh
kegiatan operasi:
(daftar
masing-masing
pos) XX XX
Arus
kas bersih dari kegiatan
operasi XXX
Arus
kas dari kegiatan investasi
(daftar
dari masing-masing arus masuk dan arus
keluar) XX
Kas
bersih yang diterima (digunakan) oleh kegiatan
investasi XXX
Arus
kas dari kegiatan pembiayaan
(daftar
dari masing-masing arus kas masuk dan arus
keluar) XX
Kas
bersih yang diterima (digunakan) oleh kegiatan pembiayaan XXX
Kenaikan
(penurunan) bersih
kas XXX
Saldo
kas awal
periode XXX
Saldo
kas akhir
periode XXX
KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN
- Perubahan Terhadap Perubahan Akuntansi dan Koreksi Kesalahan
- Perubahan Estimasi Akuntansi
- Perubahan yang terjadi sebagai akibat dari informasi baru atau diperolehnya pengalaman tambahan. Contohnya adalah perubahan estimasi umur manfaat aktiva yang dapat disusutkan.
- Penyusunan laporan keuangan memerlukan estimasi dampak dari kondisi-kondisi dan peristiwa di masa datang. Berikut adalah contoh pos-pos yang memerlukan estimasi :
- Piutang tak tertagih
- Uang persediaan
- Masa manfaat dan nilai sisa aset
- Periode benefit oleh biaya yang ditangguhkan
- Kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan
- Cadangan mineral dipulihkan
- Perubahan metode penyusutan
- Contoh Ilustrasi :
Underwriters labs inc.
Membeli gedung senilai $300.000 yang pada awalnya diestimasi memiliki umur
manfaat selama 15 tahun tanpa nilai sisa. Penyusutan telah dicatat selama 5
tahun dengan metode garis lurus. Pada tanggal 1 Januari 2007, estimasi umur manfaat
direvisi sehingga aktiva tersebut diperkirakan memiliki total umur manfaat
selama 25 tahun. Asumsikan bahwa umur manfaat untuk tujuan pelaporan keuangan
dan pajak adalah sama . Akun pada awal tahun keenam adalah sebagai berikut.
Nilai buku setelah penyusutan selama 5 tahun :
Gedung $300.000
Dikurangi :
Akumulasi penyusutan –gedung (5 x
$20.000) 100.000
Nilai buku
gedung $200.000
|
Jurnal penyusutan pada tahun 2008 :
Beban
Penyusutan $10.000
Akumulasi
penyusutan-Gedung $10.000
Perhitungan:
Beban penyusutan
= Nilai buku aktiva = $200.000 =
$10.000
Sisa
umur manfaat 25 tahun – 5
tahun
|
Perubahan Prinsip Akuntansi
Adalah perubahan dari satu prinsip akuntansi yang berlaku umum ke
prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya. Sebagai contoh, perubahan metode
penilaian persediannya dari LIFO menjadi biaya rata-rata.
Tiga pendekatan berikut telah disarankan untuk melaporkan
perubahan prinsip akuntansi :
1. Pelaporan Perubahan pada
Periode Berjalan.
2. Pelaporan Perubahan
Secara Retrospektif.
3. Pelaporan Perubahan
secara Prospektif (di masa depan).
Penyesuaian Laba Ditahan
Salah satu syarat pengungkapan adalah penyajian pengaruh kumulatif
dari perubahan akuntansi terhadap nilai laba ditahan terhitung awal periode
paling terdahulu yang termasuk dalam laporan.
Pengaruh Langsung
IASB berketetapan bahwa perusahaan harus menetapkan pengaruh
langsung perubahan prinsip akuntansi secara retrospektif. Contohnya, pengaruh
langsung berupa koreksi neraca persediaan akibat perubahan metode penilaian
persediaan.
Pengaruh Tidak Langsung
Pengaruh tidak langsung adalah semua perubahan atas arus kas
erusahaan pada periode berjalan atau masa depan yang disebabkan oleh perubehan
prinsip akuntansi yang diterapkan secara retrospektif. Contohnya, pengaruh
tidak langsung berupa perubahan pembagian laba atau pembayaran royalty yang
bergantung pada nilai dalam laporan seperti pendapatan atau laba bersih.
Ketidakpraktisan
Penerapan retrospektif dianggap tidak praktis jika perusahaan
tidak dapat menentukan pengarub periode terdahulu bahkan setelah mengusahakan
semua cara yang masuk akal. Perusahan tidak boleh memakai penerapan
retrospektif bila memenuhi salah satu kondisi berikut ini :
- Perusahaan
tidak dapat menentukan pengaruh penerapan retrospektif
- Penerapan
retrospektif memerlukan penetapan asumsi-asumsi mengenai rencana kerja
pihak manajemen pada perode terdahulu
- Penerapan
retrospektif memerlukan estimasi-estimasi signifikan terkait periode
terdahulu dan perusahaan tidak dapat secara objektif mengesahkan informasi
yang diperlukan dalam menetapkan estimasi-estimasi tersebut
Perubahan Entitas Pelaporan
Adalah perubahan dari laporan sebagai satu
jenis entitas ke jenis entitas lainnya; Sebagai contoh, perubahan anak
perusahaan spesifik dalam satu kelompok perusahaan dimana laporan keuangan
konsolidasi disusun.
Suatu perubahan akuntansi yang terjadi pada laporan keuangan yang
sebenarnya merupakan laporan dari entitas berbeda harus dilaporkan dengan
menyatakan kembali laporan keuangan yang disajikan selama periode sebelumnya,
guna menunjukkan informasi keuangan bagi entitas pelaporan yang baru selama
semua periode.
Contoh perubaahan dalam entitas pelaporan :
- Menyajikan
laporan konsolidasi untuk menggantikan laporan dari kelompok perusahaan
individual
- Mengubah
anak perusahaan tertentu yang terdiri dari kelompok perusahaan di mana
laporan keuangan konsolidasi disajikan
- Mengubah
perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan gabungan
- Perubahan
metode akuntansi biaya, ekuitas atau konsolidasi untuk anak perusahaan dan
investasi. Perubahan dalam entitas pelapran bukan berasal dari penciptaan,
pemutusan, pembelian, disposisi anak perusahaan atau unti bisnis lainnya.
KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan tertentu, misalnya mengkasifikasikan neraca dalam
laporan keuangan tidak sesignifikan bagi investor dibanding kesalahan lain.
Kesalahan signifikan akan menyebabkan lebih saji atas aktiva atau laba. Namun
para investor perlu mengetahui potensi pengaruh dari semua kesalahan. Bahkan
mengklasifikasikan yang “tidak berbahaya” dapat berpengaruh rasio yang penting.
Dan juga kesalahan tertentu dapat menandakan kelemahan dalam kendali internal
yang dapat memicu kesalahan lain yang lebih signifikan.
Berikut
ini adalah contoh-contoh dari kesalahan akuntansi :
- Perubahan
dari prinsip akuntansi yang tidaka berlaku umum ke prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Dasar pemikiran dari hal ini adalah bahwa periode sebelumnya
telah disajikan secara tidak benar. Contoh, perubahan dari akuntansi dasar
kas atau pajak ke penghasilan dasar akrual
- Kesalahan
matematis yang diakibatkan oleh penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya.
Contoh, penjumlahan kartu perhitungan persediaan yang salah dalam
menentukan nilai persediaan
- Perubahan
estimasi yang terjadi karena estimasi-estimasi itu tidak dibuat dengan
jujur. Contoh, penggunaan tariff penyusutan yang secara jelas tidak
realistis
- Kelalaian,
seperti kegagalan untuk megakrualkan atau menangguhkan beban atau
pendapatanntertentu di akhir periode
- Penggunaan
fakta yang tidak benar, seperti kegagalan untuk menggunakan nilai sisa
dalam menghitung dasar penyusutan untuk pendekatan garis lurus
- Klasifikasi
biaya yang tidak tepat sebagai beban dan bukan sebagai aktiva serta
sebaliknya.
Laporan Periode Tunggal
Neraca tahun bersangkutan atau tahun berjalan tidak akan
menyatakan kewajiban pajak yang ditangguhkan terkait bangunan dan akun
Akumulasi Penyusutan, Bangunan kini dilaporkan ulang dengan nilai yang lebih
besar. Laporan Laba Rugi tidak akan terpengaruh.
Laporan Komparatif
Jika laporan keuangan komparatif dibuat, maka penyesuaian harus
dilakukan guna mengkoreksi jumlah semua akun yang terpengaruh yang dilaporkan
dalam laporan keuangan untuk semua periode pelaporan. Data dari setiap tahun
yang telah disajikan harus dinyatakan kembali sampai benar dan setiap
penyesuaian susulan harus ditampilkan sebagai penyesuaian periode sebelumnya
atau laba ditahan selema periode terdahulu dilaporkan.
Ikhtisar Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan
Perkembangan pedoman untuk pelaporan perubahan akutansi dan
koreksi kesalahan telah membantu memecahkan beberapa masalah akuntansi yang
signifikan dan sudah lama.
Perubahan prinsip akuntansi akan dianggap tepat hanya apabila
perusahaan menunjukkan bahwa prinsip akuntansi alternative yang berlaku umum
yang telah diadopsi lebih disukai daripada prinsip sebelumnya. Dalam menerapkan
pedoman profesi akuntansi, preferensi di antara prinsip akuntansi harus
ditentukan atas dasar apakah prinsip yang baru dapat mem[erbaiki pelaporan
keuangan bukan atas dasar dampak pajak penghasila semata.
Motivasi Untuk Mengubah Metode Akuntansi
Suatu angka laba yang menguntungkan dapat mempengaruhi investor
dan posisi likuiditas yang kuat yang dapat mempengaruhi kreditor. Akan tetapi,
angka laba yang terlalu menguntungkan dapat member amunisi kepada para
negosiator serikat pekerja dan pembuat kebijakan pemerintah selama membicarakan
tawar-menawar. Oleh sebab itu, para manajer mungkin memiliki motif laba yang
berbeda-beda tergantung pada waktu dan siapa yang ingin mereka pengaruhi.
Penelitian
yang dilakukan telah memberikan masukan tambahan tentang mengapa perusahaan
lebih memilih metode akuntansi tertentu. Beberapa alasannya adalah sebagai
berikut:
- Biaya
Politik.
Semakin besar perusahaan dan terlihat lebih bersifat politis, semakin
besar para politis serta pembuat peraturan mencurahkan perhatian kepada
perusahaan tersebut.
- Struktur
Modal.
Sejumkah studi telah mengindikasikan bahwa struktur modal perusahaan dapat
mempengaruhi pemilihan metode akuntansi. Sebagai contoh, perusahaan dengan
rasio hutang terhadap ekuitas yang tinggi akan sangat tergantung pada
perjanjian hutang.
- Pembayaran
Bonus.
Jika pembayaran bonus dilakukan kepada manajemen berkaitan dengan laba,
maka dapat dikatakan bahwa manajemn akan memilih metode akuntansi yang
memaksimalkan pembayaran bonus mereka
- Memperlancar
Laba.
Kenaikan laba yang substansial dapat mengundang perhatian dari para
politisi, pembuat peraturan, dan pesaing. Selain itu kenaikan laba yang
besar juga dapat menciptakan masalah bagi manajemen karena hasil yang sama
akan sulit dicapau pada tahun berikutnya.
Analisis Kesalahan
Dalam kenyataannya, mendefinisikan materialitas adalah sulit, dan
pengalaman serta pertimbangan harus digunakan untuk menentukan apakah perlu
melakukan penyesuaian atas kesalahan tertentu. Semua kesalahan yang dibahas
dalam bagian ini diasumsikan material dan membutuhkan penyesuaian.
Kesalahan –kesalahan dalam Neraca
Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyjian akun
aktiva, kewajiba atau ekuitas pemegang saham. Contohnya adalah klasifikasi
piutang jangka pendek sebagai bagian dari investasi, klasifikasi wesel bayar
sebagai hutang usaha dan klasifikasi aktiva pabrik sebagai persediaan.
Reklasifikasi atas pos-pos tersebut ke posisi yang benar
diperlukan apabila kesalahan ditemukan. Jika laporan komparatif yang mencakup
tahun kesalahan telah dibuat, maka neraca untuk tahun kesalahan tersebut akan
dinyatakan kembali secara benar.
Kesalahan-kesalahan dalam Laporan Laba Rugi
Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyajian
akun-akun nominal dalam laporan laba rugi. Kesalahan-kesalahan yang melibatkan
klasifikasi yang tidak benar atas pendapatan atau beban, seperti mencatat
pendpatan bunga sebagai bagian dari penjualan, pembelian sebagai beban piutang
ragu-ragu dan beban penyusutan sebagai beban bunga. Kesalahan klasifikasi dalam
laporan laba rugi tidak memiliki pengaru terhadap neraca dan laba bersih.
Kesalahan dalam Neraca dan Laporan Laba Rugi
Kesalahan yang saling menyeimbangkan adalah kesalahan yang akan
dioffset atau dikoreksi selama dua periode. Yang kedua ada Kesalahan yang tidak
saling menyeimbangkan yaitu kesalahan yang tidak dioffset dalam periode
akuntansi berikutnya. Misalnya, tidak megkapitalisasi peralatan yang memiliki
unur manfaat 5 tahun. Jika kita langsung membebankan aktiva ini maka beban akan
dinyatakan terlalu tinggi dalam periode pertama, tetapi dinyatakan terlalu
rendah pada empat periode berikutnya. Pada akhir periode kedua, dampak
kesalahan itu tidak sepenuhnya dioffset. Laba bersih dinyatakan dengan benar
hanya secara agregat pada akhir tahun ke 5, karena aktiva telah disusutkan
sepenuhnya. Jadi, kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan adalah kesalahan
yanh memerlukan lebih dari 2 periode untuk mngoreksinya.
Penyusunan laporan keuangan Dengan koreksi Kesalahan
Sampai saat ini, pembahasan tentang analisis kesalahan lebih
ditujukan pada identifikasi jenis kesalahan yang terlibat dan akuntansi untuk
mengoreksinya dalam catatan akuntansi. Koreksi kesalahan harus disajikan pada
laporan keuangan komparatif.
Dalam beberapa situasi terjadi kombinasi kesalahan. Sehingga,
perusahaan harus menyediakan neraca lajur atau kertas kerja untuk memfasilitasi analisis. Masalah berikut
mendemonstrasikan penggunaan neraca lajur atau kertas kerja.
Mekanisme pembuatan neraca lajur atau kertas kerja harus dengan
jelas dilihat dari format solusi. Laporan
laba-rugi Hudson Company untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010, 2011, dan
2012,mengindikasikan laba bersih berikut :
2010 $17,400
2011 $20,200
2012 $11,300
Pemeriksaan atas catatan akuntansi Hudson
Company untuk tahun-tahun tersebut mengindikasikan bahwa beberapa kesalahan telah dilakukan dalam mendapatkan jumlah
laba bersih yang dilaporkan. Kesalahan-kesalahan yang ditemukan adalah sebagai
berikut ini.
Upah yang diperoleh para pekerja tetapi belum dibayarkan pada
tanggal 31 Desember secara konsistendiabaikan dari catatan. Jumlah yang
diabaikan itu adalah :
31 Desember
2006 $1,000
31 Desember
2007 $1,400
31 Desember
2008 $1,600
Jumlah ini dicatat sebagai beban ketika
dibayarkan pada tahun berikutnya, yaitu ketika upah itu diperoleh.
- Persediaan barang dagang terlalu tinggi pada 31
Desember 2006, sebesar $1,900 sebagai akibat dari
kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam penjumlahan ke samping dan
ke bawah pada kartu persediaan.
- Asuransi
yang belum jatuh tempo sebesar $1,200,yang berlaku untuk tahun 2008, telah
dibebankan per 31 Desember 2007.
- Piutang
bunga sejumlah $240 belum dicatat per 31 Desember 2007.
- Pada tanggal 2 Januari 2007, seperangkat peralatan
dengan biaya $3.900 dijual seharga $1.800. Pada tanggal penjualan, akumulasi
penyusutan peralatan sebesar $2,400. Kas yang diterima
sebagai Pendapatan Lain-Lain pada tahun 2006. Selain itu, penyusutan atas
peralatan ini juga telah dicatat untuk tahun 2006 dan 2007 dengan tarif
10% dari biaya atau dari biaya atau harga pokok.
Kertas kerja untuk mengkoreksi kesalahan laba dan neraca
Ayat jurnal koreksi jika
pembukuan belum ditutup per 31 Desember 2008 adalah:
Laba
ditahan 1.400
Beban
upah 1.400
(untuk mengkoreksi pembebanan
yang tidak tepat atas beban upah tahun 2008)
Beban
upah 1.600
Hutang
upah 1.600
(untuk mencatat beban upah
yang tepat pada tahun 2008)
Beban
asuransi 1.200
Laba
ditahan 1.200
(untuk mencatat beban asuransi
yang tepat pada tahun 2008)
Pendapatan
bunga 240
Laba
ditahan 240
(untuk mengkoreksi kredit yang
tidak tepat ke pendapatan bunga tahun 2008)
Laba
ditahan 1.500
Akumulasi
penyusutan 2.400
Mesin 3.900
(untuk mencatat penghapusan
mesin pada tahun 2007 dan penyesuaian laba ditahan)
Akumulasi
penyusutan 780
Beban
penyusutan 390
Laba
ditahan 390
(untuk mengkoreksi pembebanan
yang tidak tepat atas beban penyusutan tahun 2007 dan 2008)
Jika pembukuan telah
ditutup untuk tahun 2008, ayat jurnal koreksinya sebagai berikut:
Laba
ditahan 1.600
Hutang
upah 1.600
(untuk mencatat beban upah
yang tepat pada tahun 2008)
Laba ditahan 1.500
Akumulasi
penyusutan 2.400
Mesin 3.900
(untuk mencatat penghapusan
mesin pada yahun 2007 dan penyesuaian laba ditahan)
Akumulasi
penyusutan 780
Laba
ditahan 780
(untuk mengkoreksi pembebanan
yang tidak tepat atas beban penyusutan tahun 2007 dan 2008)
Koreksi
kesalahan harus disajikan pada laporan keuangan komparatif. Situasi berikut ini
mengilustrasikan bagaimana laporan keuangan tahun-tahun tertentu dinyatakan
kembali dengan banyak kesalahan yang berbeda.
Dick
& Wally’s Outlet adalah sebuah gerai eceran kecil dikota Holiday. Karena
kurangnya keahlian dibidang akuntansi, maka perusahan tersebut tidak
menyelenggarakan catatan yang memadai. Sebagai akibatnya, banyak kesalahan yang
terjadi dalam pencatatan informasi akuntansi. Kesalahan-kesalahan itu adalah
sebagai berikut:
- Petugas
pembukuan secara tidak sengaja lalai mencatat penerimaan kas sebesar
$1.000 atas pejualan barang dagang ditahun 2008.
- Beban
upah akrual pada akhir tahun 2007 adalah $2.500, sementara pada akhir
tahun 2008, $3.200. perusahaan tidak mengakrualkan beban upah, semua upah
dibebankan ke beban adminitrasi.
- Tidak
ada penyisihan yang ditetapkan untuk mengestimasi piutang tak tertagih.
Dick & wally memutuskan untuk menetapkan penyisihan guna mengestimasi
kemungkinan kerugian per 31 Desember 2008 atas atas piutang tahun 2007
sebesar $700 dan atas piutang tahun 2008 sebesar $1.500. perusahaan itu
juga telah memutskan untuk mengkoreksi pembebanan terhadap setiap tahun
agar bisa memperlihahtkan kerugian (actual dan estimasi) yang berkaitan
dengan penjualan tahun berjalan. Piutang usaha yang telah dihapuskan
kebeban piutang tak tertagih (beban penjualan) adalah sebagai berikut:
2007 2008
Piutang
tahun
2007 $400 $2.000
Piutang tahun
2008 $1.600
- Asuransi
yang belum jatuh tempo yang belum dicatat pada akhir tahun 2007 adalah
$600, dan pada akhir tahun 2008 adalah $400. Semua asuransi telah
dibebankan ke beban administrasi.
- Hutang
usaha sebesar $6.000 telah menjadi wesel bayar
- Selama
tahun 2007, sebuah aktiva yang berharga pokok $10.000 dan memiliki nilai
buku $4.000 dijual seharga $7.000. pada saat penjualan Kas didebet dan
Pendapatan Lain-lain dikredit sebesar $7.000
- Sebagai
akibat dari transaksi terakhir, perusahaan menyataka terlalu tinggi beban
penyusutan (beban adminstrasi) tahun 2007 sebesar $800 dan tahun 2008
sebesar $1.200.
Kertas kerja untu
menganalilisis dampak kesalahan pada laporan keuangan
Perhitungan:
Mesin
Hasil penjualan $7000
Nilai buku
mesin $4000
Keuntungan
penjualan $3000
Laba yang
dikredit $7000
Penyesuaian laba ditahan $4000
Piutang tak tertagih 2007 2008
Piutang tak tertagih yang
dibebankan $2.400 $1.600
Tambahan piutang tak tertagih yang
diantisipasi $ 700 $1.500
$3.100 $3.100
Pembebanan yang saat ini dilakukan untuk setiap
tahun ($ 400) ($3.600)
Penyesuaian piutang tak
tertagih $2.700 ($ 500)
EKUITAS PEMEGANGAN SAHAM MODAL PERSEROAN
Bentuk Perseroan Terbatas
Pengertian perseroan terbatas
Suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal yang
terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian berdasarkan sebanyak
saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat
diperjualbelikan, maka perubahan kepemilikan perusahaan pun dapat dilakukan
tanpa perlu membubarkan perusahaan.
Karakteristik
perseroan terbatas
1. Berbentuk badan hukum.
2. Didirikan atas dasar
perjanjian.
3. Melakukan kegiatan usaha.
4. Modal terbagi atas saham
5. Memenuhi persyaratan
tertentu yang ditetapkan dalam UU No 1 tahun 1995
Sumber modal perseroan terbatas
Tiga kategori berikut ini
biasanya muncul sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham:
1. Modal Saham.
2. Tambahan Modal Disetor.
3. Laba Ditahan
Hak – hak pemegang saham
1. Untuk membagi laba dan rugi
secara proporsional
2. Untuk ikut serta dalam manajemen
(hak untuk memilih direktur) secara proporsional
3. Untuk membagi aktiva
perusahaan bila terjadi likuiditas secara proporsional
4. Untuk ikut serta secara
proporsional dalam setiap penerbitan saham baru dari kelompok yang sama (hak
istimewa)
Kewajiban pemegang saham
Pemegang saham hanya bertanggung jawab sebesar setoran atas
seluruh saham dan tidak meliputi harta kekayaan pribadinya.
Penggolongan Saham
- Berdasarkan
cara peralihan hak :
- Saham atas unjuk (bearer stocks)
- Saham atas nama (registered stocks).
- Berdasarkan
hak tagihan (klaim) :
1. Saham
biasa (common stocks)
2. Saham
preferen (prefered stock)
Modal Perseroan
Komponen utama dari
ekuitas pemegang saham
- Kontribusi
modal (modal disetor) adalah total jumlah yang di setorkan ke modal saham,
jumlah tersebut diberikan oleh pemegang saham kepada perseroan untuk
digunakan dalam bisnisnya. Contoh: Modal yang diinvestasikan, modal awal,
investasi awal.
- Modal
yang dihasilkan adalah adalah modal yang dikembangkan jika bisnis berjalan
dengan menguntungkan. Contoh: surplus yang dibayar, modal tidak
terikat, modal disetor atas modal yang berlebihan, modal yang melebihi
nilai nominal (nilai yang tertera), surplus modal, saham premium.
Prosedur
Akuntansi untuk Penerbitan Saham
- Saham
harus diotorisasi oleh negara bagian, umumnya dalam suatu sertifikat atau
akta perusahaan.
- Saham
di tawarkan untuk dijual dan dibuat kontrak untuk menjual saham itu.
- Dana
dari saham dikumpulkan dan saham di terbitkan.
Pos –
pos yang dilaporkan sebagai tambahan modal disetor
Transaksi
dasar yang mempengaruhi tambahan modal dijelaskan sebagai berikut:
tambahan modal disetor
|
|
Bagikan modal diskon yang diterbitkan
|
Modal saham yang diterbitkan premium
|
Penjualan saham treasuridi bawah biaya
barang
|
Penjualan saham treasuri diatas biaya
barang
|
Absorpsi kekurangan dalam rekapitulasi
|
Tambahan modal yang timbul dari
|
rekapitalisasi atau revisi
struktur modal
|
|
Pengumuman likuidasi
|
Asesmen dividen tambahan kepada pemegang
saham
|
Konversi obligasi konversi atau saham
preferen
|
|
Pengumuman dividen saham
"kecil" (biasa)
|
Ada dua pos lainnya yang bisa
dilaporkan sebagai bentuk modal tambahan yaitu modal sumbangan dan revaluasi
modal atau apresiasi modal yang belum direalisasi.
Saham Preferen
Saham preferen adalah saham dengan kelas khusus yang memiliki
beberapa prefensi atau kelebihan atau fitur yang tidak dimiliki oleh saham
biasa. Karakteristik berikut adalah yang paling sering berkaitan dengan
penerbitan saham preferen:
1. Prefensi
atas dividen.
2. Prefensi
atas aktiva pada saat likuidasi.
3. Dapat
dikonversi menjadi saham biasa.
4. Dapat
ditebus pada opsi perseroan.
5. Tidak
mempunyai hak suara.
Akuntansi dan Pelaporan Saham Preferen
Akuntansi saham preferen pada saat penerbitannya saham dengan
akuntansi saham biasa. Perusahaan mengalokasikan proceeds antara nilai pari
saham preferen dan tambahan modal disetor. Misal Bishop Co. Menerbitkan 10.000
saham preferen dengan nilai pari sebesar $10 seharga $12 per saham. Bishop
mencatat penerbitan ini sebagai berikut.
Kas 120.000
Saham
Preferen 100.000
Modal
disetor sebagai kelebihan dari nilai
pari 20.000
Laba Ditahan
Laba Ditahan atau Retained Earnings adalah laba bersih yang tidak
dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden. Laba ini akan
diakumulasikan dan dilaporkan sebagai ekuitas pemilik dalam neraca. Besarnya
laba ditahan biasanya ditentukan oleh kebijakan dewan komisaris suatu
perusahaan yang tentunya akan berbeda antara kebijakan di suatu perusahaan
dengan perusahaan lainnya.
Kebijakan Dividen
Kebijakan deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba
yang harus dibayarkan ( deviden ) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang
harus ditanam kembali ( laba ditahan ). Sangat sedikit perusahaan yang membayar
deviden dalam jumlah yang sama dengan laba ditahan yang tersedia
secara legal.
Jenis-jenis dividen
1. Dividen
tunai. Dividen tunai Dewan direksi melakukan pemungutan suara untuk
mengumumkan dividen tunai, dan jika hasilnya disetujui, maka dividen segera
diumumkan.
2. Dividen
properti. Dividen properti hutang dividen dalam bentuk aktiva perusahaan
selain kas disebut sebagai dividen properti.
3. Dividen
Liquidasi. Dividen yang tidak didasarkan pada laba ditahan kadang-kadang
disebut sebagai dividen liquidasi, yang menyiratkan bahwa dividen ini merupakan
pengembalian dari investasi pemegang saham dan bukan dari laba.
4. Dividen
Saham. Dividen saham merupakan penerbitan oleh suatu perseroan atas saham
miliknya sendiri kepada pemegang saham atas dasar prorata.
AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN
Pengertian Pajak Penghasilan
Dalam Undang- undang Nomor 28 Tahun 2007 Pajak
adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau
badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- undang, dengan tidak
mendapatkan intreprestasi secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara
bagi sebesar- besarnya kemakmuran rakyat.
Pajak penghasilan sesuai PSAK No. 46 bertujuan
mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan. Yaitu cara
mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode
mendatang untuk:
1. Nilai
tercatat aset yang diakui pada neraca perusahaan atau pelunasan nilai tercatat
liabilitas yang diakui pada neraca perusahaan;
2. Transaksi-transaksi atau kejadian kejadian lain pada periode berjalan
yang diakui pada laporan keuangan perusahaan.
Prinsip
dasar akuntansi pajak penghasilan (PSAK No. 46) adalah sebagai berikut.
1. Pajak
penghasilan yang kurang dibayar tahun berjalan atau terutang diakui sebagai
liabilitas pajak kini (current tax liability) sedang pajak
penghasilan yang lebih bayar tahun berjalan diakui sebagai aset pajak kini (current
tax liability)
2. Konsekunsi
pajak periode mendatang yang dapat diatribusikan dengan perbedaan temporer kena
pajak (taxable temporary differences) diakui sebagai liabilitas pajak
tangguhan, sedang efek perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductable
temporary differences) dan sisa kerugian yang belum dikompensasikan diakui
sebagai aset pajak tangguhan.
3. Pengukuran
liabilitas dan aset pajak didasarkan pada peraturan perpajakan yang
berlaku, efek perubahan peraturan perpajakan yang akan terjadi di kemudian hari
tidak boleh diantisipasai atau diestimasikan.
4. Penilaian
(kembali) aset pajak tangguhan harus dilakukan pada setiap tanggal neraca, terkait
dengan kemungkinan dapat atau tidaknya pemulihan aset pajak tangguhan
direalisasikan dalam periode mendatang.
Proses
untuk mengasosiasikan Pajak Penghasilan dengan laba dimana pajak itu dikenakan
disebut Alokasi Pajak.
Alokasi Pajak Penghasilan Intraperiode
Yaitu proses alokasi pajak penghasilan dalam suatu
periode akuntansi karena adanya perbedaan tarif pajak yang dikenakan terhadap
tiap-tiap komponen laba atau pendapatan (Misal : tarif pajak untuk laba sebelum
pos luar biasa berbeda dengan tarif pajak untuk laba atau rugi luar biasa.)
Alokasi Pajak Penghasilan
Antarperiode
Yaitu proses alokasi pajak penghasilan antar periode tahun buku
yang satu dengan periode-periode tahun buku berikut atau sesudahnya. Alokasi
pajak penghasilan antar periode tahun buku ini diperlukan karena adanya
perbedaan terhadap jumlah laba kena pajak dan laba akuntansi
Perhitungan Beban PPh dan
Hutang PPh
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak penghasilan yang
dibayar atau yang terutang selama satu tahun yang ditentukan dengan menerapkan
ketentuan undang – undang pajak yang berlaku. Beban pajak penghasilan mempunyai
dua komponen, yaitu beban pajak tahun berjalan (jumlah hutang pajak penghasilan
selama periode berjalan) dan beban pajak yang ditangguhkan (kenaikan saldo
kewajiban pajak yang ditangguhkan dari awal hingga akhir periode akuntasi).
AKUNTANSI UNTUK LEASE
Keunggulan Lease antara lain sebagai berikut:
- Pembiayaan
100% dengan suku bunga tetap, lease sering ditandatangani tanpa
membutuhkan uang dari lesse, yang membantu menhemat dana kas yang
terbatas, khususnya sangat diinginkan oleh perusahaan baru dan sedang
berkembang.
- Proteksi
terhadap keusangan peralatan yang dilease dapat mengurangi resiko
keusangan bagi lesse, dan dalam banyak kasus memindahkan resiko nilai
residu kepada lessor.
- Flesibilitas,
perjanjian lease memiliki lebih sedikit batasan batasan bila
dibandingkandengan perjanjian utang lainnya.
- Pembiayaan
yang lebih murah, beberapa perusahaan menyadari bahwa pembiayaan dengan
lease ternyata lebih murah dibanding dengan pembiayaan jenis
lainnya.
- Keuntngan
pajak. Perusahaan dapat “membuat kue dan ikut memakannya” dengan
keuntungan pajak dari lease.
- Pembiayaan
diluar neraca (off- balance-sheet financing) Beberapa lease
tidak mengakibatkan bertambahnya utang pada neraca atau mempengaruhi rasio
keuangan tetapi dapat menambah kemampuan perusahaan untuk melakukan
pinjaman.Pembiayaan diluar neraca semacam itu penting bagi perusahaan
tertentu.
Sifat Lease meliputi:
- Jangan
mengkapitalisasi setiap aktiva yang dilease. Karena lesse tidak memiliki
hak atas properti yang dilease,maka kapitalisasi sangat diperlukan
- Mengkapitaslisasi
lease serupa dengan pembelian cicilan, akuntansi harus melaporkan
transaksi sesuai dengan substansi ekonominya; karena itu, jika pembelian
cicilan dikapitalisasi, maka demikian juga dengan lease yang memiliki
karakteristik serupa.
- Mengkapitalisasi
semua lease jangka panjang menurut pendekatan ini, kapitalisasi hanya
dilakukan atas hak jangka panjang untuk menggunakan properti.
- Mengkapitalisasi
lease perusahaan dimana Penalti atas pelanggaran perjanjian
berjumlah substansial . Pendekatan yang terakhir ini adalah hanya
mengkapitalisasi hak dan kewajiban kontraktual perusahaan (yang tidak
dapat dibatalkan)
Kriteria penggolongan lease
- pengujian
pengalihan kepemilikan
- pengujuian
opsi pembelian dengan harga khusus
- pengujian
umur ekonomis (pengujian 75%)
- pengujian
pemulihan investasi
Leasse ini memenuhi kriteria untuk di klasifikasikan sebagai
leasse mpdal dengan alasan sebagai berikut:
- Jangka
waktu leasse selam 5 tahun yang sam dengan estimasi umur ekonomis perlatan
selama 5 tahun, memenuhu pengujian 75%.
- Nilai
sekarang dari pembayaran leasse minimum ( $100.000 sebagai mna di hitung
dibawah) melebihi 90% dari nilai wajar propeti ( $100.00).
Pengungkapan Data Lease
Persyaratan
pengungkapan ini menyediakan bagi para investor dengan informasi berikut ini ;
- Deskripsi
umum mengenai sifat perjanjian lease.
- Sifat,
waktu, dan jumlah tunai masuk dan tunai keluar terkait lease, mencakup
pembayaran yang akan dibayar atau diterima dalam tiap tahun dari lima
tahun kedepan.
- Jumlah
pemasukan dan pengeluaran lease yang dilaporkan dalam laporan laba rugi
setiap periode.
- Deskripsi
dan jumlah aktiva lease menurut klasifikasi umum neraca dan kewajiban yang
terkait
- Jumlah
piutang dan jumlah pemasukan belum didapat yang sesuai perjanjian lease.
Komentar
Posting Komentar