Langsung ke konten utama

MATERI BANK SOAL AKUNTANSI SEMESTER 4

LAPORAN ARUS KAS



  • DEFINISI LAPORAN ARUS KAS
    • Suatu Laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi,kegiatan transaski investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan atau pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
  • TUJUAN LAPORAN ARUS KAS
    • Tujuan utama dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas entitas selama suatu periode.
  • KLASIFIKASI ARUS KAS
    • Operasi (Pos-Pos laporan Laba Rugi)
      • Arus kas masuk
        1. Dari penjualan barang dan jasa
        2. Dari pengembalian atas pinjama (bunga) dan ekuitas (dividen)
      • Arus kas keluar
        1. Kepada pemasok persediaan
        2. Kepada karyawan untuk jasa yang diberikan
        3. Kepada perintah untuk membayar pajak
        4. Kepada kreditor untuk membayar bunga
        5. Kepada pihak lain untuk membayar beban
  • Investasi (Pos Aktiva jangka Panjang)
    • Arus kas masuk
      1. Dari penjualan properti, pabrik, dan peralatan
      2. Dari penjualan sekuritas hutang atau ekuitas entitas lain
      3. Dari penagihan pokok pinjaman yang diberikan kepada entitas lain
    • Arus kas keluar
      1. Untuk membeli properti, pabrik dan peralatan
      2. Dari penjualan sekuritas hutang atau ekuitas entitas lain
      3. Untuk memberikan pinjaman kepada entitas lain
  • Pembiayaan (Kewajiban jangka panjang dan ekuitas)
    • Arus kas masuk
      1. Dari penjualan sekuritas entitas
      2. Dari penerbitan hutang (obligasi dan wesel)
    • Arus kas keluar
      1. Kepada pemegang saham sebagai dividen
      2. Untuk melunasi hutang jangka panjang atau memperoleh kembali modal saham
  • METODE LAPORAN ARUS KAS
    • Metode Langsung
      • Melaporkan peneriman kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi. selisih diantara kedua jumlah tersebut adalah arus kas bersih dari kegiatan operasi.dengan kata lain ,metode langsung mengurangi penerimaan kas operasi dengan pengeluaran kas operasi.
    • Metode tidak langsung
      • Metode tidak langsung (metode rekonsiliasi) dimulai dengan laba bersih dan kemudian dikonversi menjadi arus kas bersih dari kegiatan operasi. Dengan katalain, metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih dari pos-pos yang mempengaruhi pelaporan laba bersih tetapi tidak mempengaruhi kas.
NAMA PERUSAHAAN
Laporan Arus Kas
Periode Yang Dicakup
Arus kas dari kegiatan operasi                                    XXX
            Laba bersih
            Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih terhadap kas bersih yang disediakan oleh kegiatan operasi:
                        (daftar masing-masing pos)                                                    XX      XX
            Arus kas bersih dari kegiatan operasi                                                             XXX
Arus kas dari kegiatan investasi
            (daftar dari masing-masing arus masuk dan arus keluar)                               XX
Kas bersih yang diterima (digunakan) oleh kegiatan investasi                                              XXX
Arus kas dari kegiatan pembiayaan
            (daftar dari masing-masing arus kas masuk dan arus keluar)             XX
Kas bersih yang diterima (digunakan) oleh kegiatan pembiayaan                                         XXX
Kenaikan (penurunan) bersih kas                                                                               XXX
Saldo kas awal periode                                                                                                           XXX
Saldo kas akhir periode                                                                                                          XXX



KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN


  • Perubahan Terhadap Perubahan Akuntansi dan Koreksi Kesalahan
    • Perubahan Estimasi Akuntansi
      • Perubahan yang terjadi sebagai akibat dari informasi baru atau diperolehnya pengalaman tambahan. Contohnya adalah perubahan estimasi umur manfaat aktiva yang dapat disusutkan.
      • Penyusunan laporan keuangan memerlukan estimasi dampak dari kondisi-kondisi dan peristiwa di masa datang. Berikut adalah contoh pos-pos yang memerlukan estimasi :
        1. Piutang tak tertagih
        2. Uang persediaan
        3. Masa manfaat dan nilai sisa aset
        4. Periode benefit oleh biaya yang ditangguhkan
        5. Kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan
        6. Cadangan mineral dipulihkan
        7. Perubahan metode penyusutan
      • Contoh Ilustrasi :
Underwriters labs inc. Membeli gedung senilai $300.000 yang pada awalnya diestimasi memiliki umur manfaat selama 15 tahun tanpa nilai sisa. Penyusutan telah dicatat selama 5 tahun dengan metode garis lurus. Pada tanggal 1 Januari 2007, estimasi umur manfaat direvisi sehingga aktiva tersebut diperkirakan memiliki total umur manfaat selama 25 tahun. Asumsikan bahwa umur manfaat untuk tujuan pelaporan keuangan dan pajak adalah sama . Akun pada awal tahun keenam adalah sebagai berikut.
Nilai buku setelah penyusutan selama 5 tahun :
Gedung                                                                                                  $300.000
Dikurangi : Akumulasi penyusutan –gedung (5 x $20.000)                   100.000
Nilai buku gedung                                                                                 $200.000

Jurnal penyusutan pada tahun 2008 :
 Beban Penyusutan                                          $10.000
                        Akumulasi penyusutan-Gedung                                             $10.000
           
            Perhitungan:
           

Beban penyusutan =    Nilai buku aktiva    =          $200.000          = $10.000
                                    Sisa umur manfaat        25 tahun – 5 tahun


            Perubahan Prinsip Akuntansi
            Adalah perubahan dari satu prinsip akuntansi yang berlaku umum ke prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya. Sebagai contoh, perubahan metode penilaian persediannya dari LIFO menjadi biaya rata-rata.
Tiga pendekatan berikut telah disarankan untuk melaporkan perubahan prinsip akuntansi :
1. Pelaporan Perubahan pada Periode Berjalan.
2. Pelaporan Perubahan Secara Retrospektif.
3. Pelaporan Perubahan secara Prospektif (di masa depan).

Penyesuaian Laba Ditahan
Salah satu syarat pengungkapan adalah penyajian pengaruh kumulatif dari perubahan akuntansi terhadap nilai laba ditahan terhitung awal periode paling terdahulu yang termasuk dalam laporan.

Pengaruh Langsung
IASB berketetapan bahwa perusahaan harus menetapkan pengaruh langsung perubahan prinsip akuntansi secara retrospektif. Contohnya, pengaruh langsung berupa koreksi neraca persediaan akibat perubahan metode penilaian persediaan.

Pengaruh Tidak Langsung
Pengaruh tidak langsung adalah semua perubahan atas arus kas erusahaan pada periode berjalan atau masa depan yang disebabkan oleh perubehan prinsip akuntansi yang diterapkan secara retrospektif. Contohnya, pengaruh tidak langsung berupa perubahan pembagian laba atau pembayaran royalty yang bergantung pada nilai dalam laporan seperti pendapatan atau laba bersih.

Ketidakpraktisan
Penerapan retrospektif dianggap tidak praktis jika perusahaan tidak dapat menentukan pengarub periode terdahulu bahkan setelah mengusahakan semua cara yang masuk akal. Perusahan tidak boleh memakai penerapan retrospektif bila memenuhi salah satu kondisi berikut ini :
  • Perusahaan tidak dapat menentukan pengaruh penerapan retrospektif
  • Penerapan retrospektif memerlukan penetapan asumsi-asumsi mengenai rencana kerja pihak manajemen pada perode terdahulu
  • Penerapan retrospektif memerlukan estimasi-estimasi signifikan terkait periode terdahulu dan perusahaan tidak dapat secara objektif mengesahkan informasi yang diperlukan dalam menetapkan estimasi-estimasi tersebut
Perubahan Entitas Pelaporan
Adalah perubahan dari laporan sebagai satu jenis entitas ke jenis entitas lainnya; Sebagai contoh, perubahan anak perusahaan spesifik dalam satu kelompok perusahaan dimana laporan keuangan konsolidasi disusun.
Suatu perubahan akuntansi yang terjadi pada laporan keuangan yang sebenarnya merupakan laporan dari entitas berbeda harus dilaporkan dengan menyatakan kembali laporan keuangan yang disajikan selama periode sebelumnya, guna menunjukkan informasi keuangan bagi entitas pelaporan yang baru selama semua periode.
Contoh perubaahan dalam entitas pelaporan :
  • Menyajikan laporan konsolidasi untuk menggantikan laporan dari kelompok perusahaan individual
  • Mengubah anak perusahaan tertentu yang terdiri dari kelompok perusahaan di mana laporan keuangan konsolidasi disajikan
  • Mengubah perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan gabungan
  • Perubahan metode akuntansi biaya, ekuitas atau konsolidasi untuk anak perusahaan dan investasi. Perubahan dalam entitas pelapran bukan berasal dari penciptaan, pemutusan, pembelian, disposisi anak perusahaan atau unti bisnis lainnya.
KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan tertentu, misalnya mengkasifikasikan neraca dalam laporan keuangan tidak sesignifikan bagi investor dibanding kesalahan lain. Kesalahan signifikan akan menyebabkan lebih saji atas aktiva atau laba. Namun para investor perlu mengetahui potensi pengaruh dari semua kesalahan. Bahkan mengklasifikasikan yang “tidak berbahaya” dapat berpengaruh rasio yang penting. Dan juga kesalahan tertentu dapat menandakan kelemahan dalam kendali internal yang dapat memicu kesalahan lain yang lebih signifikan.
Berikut ini adalah contoh-contoh dari kesalahan akuntansi :
  1. Perubahan dari prinsip akuntansi yang tidaka berlaku umum ke prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dasar pemikiran dari hal ini adalah bahwa periode sebelumnya telah disajikan secara tidak benar. Contoh, perubahan dari akuntansi dasar kas atau pajak ke penghasilan dasar akrual
  2. Kesalahan matematis yang diakibatkan oleh penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya. Contoh, penjumlahan kartu perhitungan persediaan yang salah dalam menentukan nilai persediaan
  3. Perubahan estimasi yang terjadi karena estimasi-estimasi itu tidak dibuat dengan jujur. Contoh, penggunaan tariff penyusutan yang secara jelas tidak realistis
  4. Kelalaian, seperti kegagalan untuk megakrualkan atau menangguhkan beban atau pendapatanntertentu di akhir periode
  5. Penggunaan fakta yang tidak benar, seperti kegagalan untuk menggunakan nilai sisa dalam menghitung dasar penyusutan untuk pendekatan garis lurus
  6. Klasifikasi biaya yang tidak tepat sebagai beban dan bukan sebagai aktiva serta sebaliknya.
Laporan Periode Tunggal
Neraca tahun bersangkutan atau tahun berjalan tidak akan menyatakan kewajiban pajak yang ditangguhkan terkait bangunan dan akun Akumulasi Penyusutan, Bangunan kini dilaporkan ulang dengan nilai yang lebih besar. Laporan Laba Rugi tidak akan terpengaruh.

Laporan Komparatif
Jika laporan keuangan komparatif dibuat, maka penyesuaian harus dilakukan guna mengkoreksi jumlah semua akun yang terpengaruh yang dilaporkan dalam laporan keuangan untuk semua periode pelaporan. Data dari setiap tahun yang telah disajikan harus dinyatakan kembali sampai benar dan setiap penyesuaian susulan harus ditampilkan sebagai penyesuaian periode sebelumnya atau laba ditahan selema periode terdahulu dilaporkan.

Ikhtisar Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan
Perkembangan pedoman untuk pelaporan perubahan akutansi dan koreksi kesalahan telah membantu memecahkan beberapa masalah akuntansi yang signifikan dan sudah lama.
Perubahan prinsip akuntansi akan dianggap tepat hanya apabila perusahaan menunjukkan bahwa prinsip akuntansi alternative yang berlaku umum yang telah diadopsi lebih disukai daripada prinsip sebelumnya. Dalam menerapkan pedoman profesi akuntansi, preferensi di antara prinsip akuntansi harus ditentukan atas dasar apakah prinsip yang baru dapat mem[erbaiki pelaporan keuangan bukan atas dasar dampak pajak penghasila semata.

Motivasi Untuk Mengubah Metode Akuntansi
Suatu angka laba yang menguntungkan dapat mempengaruhi investor dan posisi likuiditas yang kuat yang dapat mempengaruhi kreditor. Akan tetapi, angka laba yang terlalu menguntungkan dapat member amunisi kepada para negosiator serikat pekerja dan pembuat kebijakan pemerintah selama membicarakan tawar-menawar. Oleh sebab itu, para manajer mungkin memiliki motif laba yang berbeda-beda tergantung pada waktu dan siapa yang ingin mereka pengaruhi.
            Penelitian yang dilakukan telah memberikan masukan tambahan tentang mengapa perusahaan lebih memilih metode akuntansi tertentu. Beberapa alasannya adalah sebagai berikut:
  1. Biaya Politik. Semakin besar perusahaan dan terlihat lebih bersifat politis, semakin besar para politis serta pembuat peraturan mencurahkan perhatian kepada perusahaan tersebut.
  2. Struktur Modal. Sejumkah studi telah mengindikasikan bahwa struktur modal perusahaan dapat mempengaruhi pemilihan metode akuntansi. Sebagai contoh, perusahaan dengan rasio hutang terhadap ekuitas yang tinggi akan sangat tergantung pada perjanjian hutang.
  3. Pembayaran Bonus. Jika pembayaran bonus dilakukan kepada manajemen berkaitan dengan laba, maka dapat dikatakan bahwa manajemn akan memilih metode akuntansi yang memaksimalkan pembayaran bonus mereka
  4. Memperlancar Laba. Kenaikan laba yang substansial dapat mengundang perhatian dari para politisi, pembuat peraturan, dan pesaing. Selain itu kenaikan laba yang besar juga dapat menciptakan masalah bagi manajemen karena hasil yang sama akan sulit dicapau pada tahun berikutnya.
Analisis Kesalahan
Dalam kenyataannya, mendefinisikan materialitas adalah sulit, dan pengalaman serta pertimbangan harus digunakan untuk menentukan apakah perlu melakukan penyesuaian atas kesalahan tertentu. Semua kesalahan yang dibahas dalam bagian ini diasumsikan material dan membutuhkan penyesuaian.

Kesalahan –kesalahan dalam Neraca
Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyjian akun aktiva, kewajiba atau ekuitas pemegang saham. Contohnya adalah klasifikasi piutang jangka pendek sebagai bagian dari investasi, klasifikasi wesel bayar sebagai hutang usaha dan klasifikasi aktiva pabrik sebagai persediaan.
Reklasifikasi atas pos-pos tersebut ke posisi yang benar diperlukan apabila kesalahan ditemukan. Jika laporan komparatif yang mencakup tahun kesalahan telah dibuat, maka neraca untuk tahun kesalahan tersebut akan dinyatakan kembali secara benar.

Kesalahan-kesalahan dalam Laporan Laba Rugi
Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyajian akun-akun nominal dalam laporan laba rugi. Kesalahan-kesalahan yang melibatkan klasifikasi yang tidak benar atas pendapatan atau beban, seperti mencatat pendpatan bunga sebagai bagian dari penjualan, pembelian sebagai beban piutang ragu-ragu dan beban penyusutan sebagai beban bunga. Kesalahan klasifikasi dalam laporan laba rugi tidak memiliki pengaru terhadap neraca dan laba bersih.

Kesalahan dalam Neraca dan Laporan Laba Rugi
Kesalahan yang saling menyeimbangkan adalah kesalahan yang akan dioffset atau dikoreksi selama dua periode. Yang kedua ada Kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan yaitu kesalahan yang tidak dioffset dalam periode akuntansi berikutnya. Misalnya, tidak megkapitalisasi peralatan yang memiliki unur manfaat 5 tahun. Jika kita langsung membebankan aktiva ini maka beban akan dinyatakan terlalu tinggi dalam periode pertama, tetapi dinyatakan terlalu rendah pada empat periode berikutnya. Pada akhir periode kedua, dampak kesalahan itu tidak sepenuhnya dioffset. Laba bersih dinyatakan dengan benar hanya secara agregat pada akhir tahun ke 5, karena aktiva telah disusutkan sepenuhnya. Jadi, kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan adalah kesalahan yanh memerlukan lebih dari 2 periode untuk mngoreksinya.

Penyusunan laporan keuangan Dengan koreksi Kesalahan
Sampai saat ini, pembahasan tentang analisis kesalahan lebih ditujukan pada identifikasi jenis kesalahan yang terlibat dan akuntansi untuk mengoreksinya dalam catatan akuntansi. Koreksi kesalahan harus disajikan pada laporan keuangan komparatif.
Dalam beberapa situasi terjadi kombinasi kesalahan. Sehingga, perusahaan harus menyediakan neraca lajur atau kertas kerja untuk memfasilitasi analisis. Masalah berikut mendemonstrasikan penggunaan neraca lajur atau kertas kerja.
Mekanisme pembuatan neraca lajur atau kertas kerja harus dengan jelas dilihat dari format solusi. Laporan laba-rugi Hudson Company untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010, 2011, dan 2012,mengindikasikan laba bersih berikut :
2010                $17,400
2011                $20,200
2012                $11,300
Pemeriksaan atas catatan akuntansi Hudson Company untuk tahun-tahun tersebut mengindikasikan bahwa beberapa kesalahan telah dilakukan dalam mendapatkan jumlah laba bersih yang dilaporkan. Kesalahan-kesalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut ini.
Upah yang diperoleh para pekerja tetapi belum dibayarkan pada tanggal 31 Desember secara konsistendiabaikan dari catatan. Jumlah yang diabaikan itu adalah :
31 Desember 2006      $1,000
31 Desember 2007      $1,400
31 Desember 2008      $1,600
Jumlah ini dicatat sebagai beban ketika dibayarkan pada tahun berikutnya, yaitu ketika upah itu diperoleh.
  • Persediaan barang dagang terlalu tinggi pada 31 Desember 2006, sebesar $1,900 sebagai akibat dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam penjumlahan ke samping dan ke bawah pada kartu persediaan.
  • Asuransi yang belum jatuh tempo sebesar $1,200,yang berlaku untuk tahun 2008, telah dibebankan per 31 Desember 2007.
  • Piutang bunga sejumlah $240 belum dicatat per 31 Desember 2007.
  • Pada tanggal 2 Januari 2007, seperangkat peralatan dengan biaya $3.900 dijual seharga $1.800. Pada tanggal penjualan, akumulasi penyusutan peralatan sebesar $2,400. Kas yang diterima sebagai Pendapatan Lain-Lain pada tahun 2006. Selain itu, penyusutan atas peralatan ini juga telah dicatat untuk tahun 2006 dan 2007 dengan tarif 10% dari biaya atau dari biaya atau harga pokok.

Kertas kerja untuk mengkoreksi kesalahan laba dan neraca







Ayat jurnal koreksi jika pembukuan belum ditutup per 31 Desember 2008 adalah:
Laba ditahan                                                   1.400
            Beban upah                                                                 1.400
(untuk mengkoreksi pembebanan yang tidak tepat atas beban upah tahun 2008)
Beban upah                                                     1.600
            Hutang upah                                                                1.600
(untuk mencatat beban upah yang tepat pada tahun 2008)
Beban asuransi                                                1.200                                      
            Laba ditahan                                                               1.200
(untuk mencatat beban asuransi yang tepat pada tahun 2008)
Pendapatan bunga                                           240
            Laba ditahan                                                               240
(untuk mengkoreksi kredit yang tidak tepat ke pendapatan bunga tahun 2008)
Laba ditahan                                                   1.500
Akumulasi penyusutan                                   2.400
            Mesin                                                                          3.900
(untuk mencatat penghapusan mesin pada tahun 2007 dan penyesuaian laba ditahan)
Akumulasi penyusutan                                   780
            Beban penyusutan                                                       390
            Laba ditahan                                                               390
(untuk mengkoreksi pembebanan yang tidak tepat atas beban penyusutan tahun 2007 dan 2008)

Jika pembukuan telah ditutup untuk tahun 2008, ayat jurnal koreksinya sebagai berikut:
Laba ditahan                                                   1.600              
            Hutang upah                                                                1.600
(untuk mencatat beban upah yang tepat pada tahun 2008)
Laba ditahan                                                   1.500
Akumulasi penyusutan                                   2.400
            Mesin                                                                          3.900
(untuk mencatat penghapusan mesin pada yahun 2007 dan penyesuaian laba ditahan)
Akumulasi penyusutan                                   780
            Laba ditahan                                                               780
(untuk mengkoreksi pembebanan yang tidak tepat atas beban penyusutan tahun 2007 dan 2008)

Koreksi kesalahan harus disajikan pada laporan keuangan komparatif. Situasi berikut ini mengilustrasikan bagaimana laporan keuangan tahun-tahun tertentu dinyatakan kembali dengan banyak kesalahan yang berbeda.
Dick & Wally’s Outlet adalah sebuah gerai eceran kecil dikota Holiday. Karena kurangnya keahlian dibidang akuntansi, maka perusahan tersebut tidak menyelenggarakan catatan yang memadai. Sebagai akibatnya, banyak kesalahan yang terjadi dalam pencatatan informasi akuntansi. Kesalahan-kesalahan itu adalah sebagai berikut:
  • Petugas pembukuan secara tidak sengaja lalai mencatat penerimaan kas sebesar $1.000 atas pejualan barang dagang ditahun 2008.
  • Beban upah akrual pada akhir tahun 2007 adalah $2.500, sementara pada akhir tahun 2008, $3.200. perusahaan tidak mengakrualkan beban upah, semua upah dibebankan ke beban adminitrasi.
  • Tidak ada penyisihan yang ditetapkan untuk mengestimasi piutang tak tertagih. Dick & wally memutuskan untuk menetapkan penyisihan guna mengestimasi kemungkinan kerugian per 31 Desember 2008 atas atas piutang tahun 2007 sebesar $700 dan atas piutang tahun 2008 sebesar $1.500. perusahaan itu juga telah memutskan untuk mengkoreksi pembebanan terhadap setiap tahun agar bisa memperlihahtkan kerugian (actual dan estimasi) yang berkaitan dengan penjualan tahun berjalan. Piutang usaha yang telah dihapuskan kebeban piutang tak tertagih (beban penjualan) adalah sebagai berikut:
2007          2008
Piutang tahun 2007            $400          $2.000
Piutang tahun 2008                              $1.600
  •  Asuransi yang belum jatuh tempo yang belum dicatat pada akhir tahun 2007 adalah $600, dan pada akhir tahun 2008 adalah $400. Semua asuransi telah dibebankan ke beban administrasi.
  • Hutang usaha sebesar $6.000 telah menjadi wesel bayar
  • Selama tahun 2007, sebuah aktiva yang berharga pokok $10.000 dan memiliki nilai buku $4.000 dijual seharga $7.000. pada saat penjualan Kas didebet dan Pendapatan Lain-lain dikredit sebesar $7.000 
  • Sebagai akibat dari transaksi terakhir, perusahaan menyataka terlalu tinggi beban penyusutan (beban adminstrasi) tahun 2007 sebesar $800 dan tahun 2008 sebesar $1.200.
Kertas kerja untu menganalilisis dampak kesalahan pada laporan keuangan
Perhitungan:




Mesin

Hasil penjualan                       $7000
Nilai buku mesin                     $4000
Keuntungan penjualan            $3000
Laba yang dikredit                  $7000
Penyesuaian laba ditahan       $4000

Piutang tak tertagih                                                                2007              2008
Piutang tak tertagih yang dibebankan                                    $2.400             $1.600
Tambahan piutang tak tertagih yang diantisipasi                   $   700             $1.500
                                                                                                $3.100             $3.100
Pembebanan yang saat ini dilakukan untuk setiap tahun     ($   400)          ($3.600)
Penyesuaian piutang tak tertagih                                            $2.700           ($   500)



  


EKUITAS PEMEGANGAN SAHAM MODAL PERSEROAN

Bentuk Perseroan Terbatas

Pengertian perseroan terbatas

Suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal yang terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian berdasarkan sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, maka perubahan kepemilikan perusahaan pun dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Karakteristik perseroan terbatas

1.      Berbentuk badan hukum.
2.      Didirikan atas dasar perjanjian.
3.      Melakukan kegiatan usaha.
4.      Modal terbagi atas saham
5.      Memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan dalam UU No 1 tahun 1995

Sumber modal perseroan terbatas

Tiga kategori berikut ini biasanya muncul sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham:
1.      Modal Saham.
2.      Tambahan Modal Disetor.
3.      Laba Ditahan

Hak – hak pemegang saham

1.      Untuk membagi laba dan rugi secara proporsional
2.      Untuk ikut serta dalam manajemen (hak untuk memilih direktur) secara proporsional
3.      Untuk membagi aktiva perusahaan bila terjadi likuiditas secara proporsional
4.      Untuk ikut serta secara proporsional dalam setiap penerbitan saham baru dari kelompok yang sama (hak istimewa)

Kewajiban pemegang saham

Pemegang saham hanya bertanggung jawab sebesar setoran atas seluruh saham dan tidak meliputi harta kekayaan pribadinya.

Penggolongan Saham
  • Berdasarkan cara peralihan hak :
  1. Saham atas unjuk (bearer stocks)
  2. Saham atas nama (registered stocks).
  • Berdasarkan hak tagihan (klaim) :
      1.      Saham biasa (common stocks)
      2.      Saham preferen (prefered stock)

Modal Perseroan

Komponen utama dari ekuitas pemegang saham

  1.  Kontribusi modal (modal disetor) adalah total jumlah yang di setorkan ke modal saham, jumlah tersebut diberikan oleh pemegang saham kepada perseroan untuk digunakan dalam bisnisnya. Contoh: Modal yang diinvestasikan, modal awal, investasi awal.
  2.  Modal yang dihasilkan adalah adalah modal yang dikembangkan jika bisnis berjalan dengan menguntungkan. Contoh: surplus yang dibayar, modal tidak terikat, modal disetor atas modal yang berlebihan, modal yang melebihi nilai nominal (nilai yang tertera), surplus modal, saham premium.

Prosedur Akuntansi untuk Penerbitan Saham

  1. Saham harus diotorisasi oleh negara bagian, umumnya dalam suatu sertifikat atau akta perusahaan.
  2. Saham di tawarkan untuk dijual dan dibuat kontrak untuk menjual saham itu.
  3. Dana dari saham dikumpulkan dan saham di terbitkan.

Pos – pos yang dilaporkan sebagai tambahan modal disetor

Transaksi dasar yang mempengaruhi tambahan modal dijelaskan sebagai berikut:
tambahan modal disetor
Bagikan modal diskon yang diterbitkan
Modal saham yang diterbitkan premium
Penjualan saham treasuridi bawah biaya barang
Penjualan saham treasuri diatas biaya barang
Absorpsi kekurangan dalam rekapitulasi
Tambahan modal yang timbul dari

 rekapitalisasi atau revisi struktur modal
Pengumuman likuidasi
Asesmen dividen tambahan kepada pemegang saham

Konversi obligasi konversi atau saham preferen

Pengumuman dividen saham "kecil" (biasa)

Ada dua pos lainnya yang bisa dilaporkan sebagai bentuk modal tambahan yaitu modal sumbangan dan revaluasi modal atau apresiasi modal yang belum direalisasi.

Saham Preferen
Saham preferen adalah saham dengan kelas khusus yang memiliki beberapa prefensi atau kelebihan atau fitur yang tidak dimiliki oleh saham biasa. Karakteristik berikut adalah yang paling sering berkaitan dengan penerbitan saham preferen:
1.      Prefensi atas dividen.
2.      Prefensi atas aktiva pada saat likuidasi.
3.      Dapat dikonversi menjadi saham biasa.
4.      Dapat ditebus pada opsi perseroan.
5.      Tidak mempunyai hak suara.

Akuntansi dan Pelaporan Saham Preferen

Akuntansi saham preferen pada saat penerbitannya saham dengan akuntansi saham biasa. Perusahaan mengalokasikan proceeds antara nilai pari saham preferen dan tambahan modal disetor. Misal Bishop Co. Menerbitkan 10.000 saham preferen dengan nilai pari sebesar $10 seharga $12 per saham. Bishop mencatat penerbitan ini sebagai berikut.
Kas                                                                                          120.000
            Saham Preferen                                                                                   100.000
            Modal disetor sebagai kelebihan dari nilai pari                                    20.000

Laba Ditahan

Laba Ditahan atau Retained Earnings adalah laba bersih yang tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden. Laba ini akan diakumulasikan dan dilaporkan sebagai ekuitas pemilik dalam neraca. Besarnya laba ditahan biasanya ditentukan oleh kebijakan dewan komisaris suatu perusahaan yang tentunya akan berbeda antara kebijakan di suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Kebijakan Dividen

Kebijakan deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan ( deviden ) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali ( laba ditahan ). Sangat sedikit perusahaan yang membayar deviden dalam  jumlah yang sama dengan laba ditahan yang tersedia secara legal.

Jenis-jenis dividen

1.   Dividen tunai. Dividen tunai Dewan direksi melakukan pemungutan suara untuk mengumumkan dividen tunai, dan jika hasilnya disetujui, maka dividen segera diumumkan.
2.   Dividen properti. Dividen properti hutang dividen dalam bentuk aktiva perusahaan selain kas disebut sebagai dividen properti.
3.  Dividen Liquidasi. Dividen yang tidak didasarkan pada laba ditahan kadang-kadang disebut sebagai dividen liquidasi, yang menyiratkan bahwa dividen ini merupakan pengembalian dari investasi pemegang saham dan bukan dari laba.
4.  Dividen Saham. Dividen saham merupakan penerbitan oleh suatu perseroan atas saham miliknya sendiri kepada pemegang saham atas dasar prorata.



AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN

Pengertian Pajak Penghasilan
Dalam Undang- undang Nomor 28 Tahun 2007 Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- undang, dengan tidak mendapatkan intreprestasi secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar- besarnya kemakmuran rakyat.
Pajak penghasilan sesuai PSAK No. 46 bertujuan mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan. Yaitu cara mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang untuk:
1.     Nilai tercatat aset yang diakui pada neraca perusahaan atau pelunasan nilai tercatat liabilitas yang diakui pada neraca perusahaan;
2.  Transaksi-transaksi atau kejadian kejadian lain pada periode berjalan yang diakui pada laporan keuangan perusahaan.
Prinsip dasar akuntansi pajak penghasilan (PSAK No. 46) adalah sebagai berikut.
1.  Pajak penghasilan yang kurang dibayar tahun berjalan atau terutang diakui sebagai liabilitas pajak kini (current tax liability) sedang pajak penghasilan yang lebih bayar tahun berjalan diakui sebagai aset pajak kini (current tax liability)
2.   Konsekunsi pajak periode mendatang yang dapat diatribusikan dengan perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences) diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, sedang efek perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductable temporary differences) dan sisa kerugian yang belum dikompensasikan diakui sebagai aset pajak tangguhan.
3.   Pengukuran liabilitas dan aset pajak didasarkan  pada peraturan perpajakan yang berlaku, efek perubahan peraturan perpajakan yang akan terjadi di kemudian hari tidak boleh diantisipasai atau diestimasikan.
4.  Penilaian (kembali) aset pajak tangguhan harus dilakukan pada setiap tanggal neraca, terkait dengan kemungkinan dapat atau tidaknya pemulihan aset pajak tangguhan direalisasikan dalam periode mendatang.
Proses untuk mengasosiasikan Pajak Penghasilan dengan laba dimana pajak itu dikenakan disebut Alokasi Pajak.

Alokasi Pajak Penghasilan Intraperiode
Yaitu proses alokasi pajak penghasilan dalam suatu periode akuntansi karena adanya perbedaan tarif pajak yang dikenakan terhadap tiap-tiap komponen laba atau pendapatan (Misal : tarif pajak untuk laba sebelum pos luar biasa berbeda dengan tarif pajak untuk laba atau rugi luar biasa.)
  
Alokasi Pajak Penghasilan Antarperiode
Yaitu proses alokasi pajak penghasilan antar periode tahun buku yang satu dengan periode-periode tahun buku berikut atau sesudahnya. Alokasi pajak penghasilan antar periode tahun buku ini diperlukan karena adanya perbedaan terhadap jumlah laba kena pajak dan laba akuntansi

Perhitungan Beban PPh dan Hutang PPh
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak penghasilan yang dibayar atau yang terutang selama satu tahun yang ditentukan dengan menerapkan ketentuan undang – undang pajak yang berlaku. Beban pajak penghasilan mempunyai dua komponen, yaitu beban pajak tahun berjalan (jumlah hutang pajak penghasilan selama periode berjalan) dan beban pajak yang ditangguhkan (kenaikan saldo kewajiban pajak yang ditangguhkan dari awal hingga akhir periode akuntasi).



AKUNTANSI UNTUK LEASE

Keunggulan Lease antara lain sebagai berikut:
  • Pembiayaan 100% dengan suku bunga tetap, lease sering ditandatangani tanpa membutuhkan uang dari lesse, yang membantu menhemat dana kas yang terbatas, khususnya sangat diinginkan oleh perusahaan baru dan sedang berkembang.
  • Proteksi terhadap keusangan peralatan yang dilease dapat mengurangi resiko keusangan bagi lesse, dan dalam banyak kasus memindahkan resiko nilai residu kepada lessor.
  • Flesibilitas, perjanjian lease memiliki lebih sedikit batasan batasan bila dibandingkandengan perjanjian utang lainnya.
  • Pembiayaan yang lebih murah, beberapa perusahaan menyadari bahwa pembiayaan dengan lease ternyata lebih murah dibanding dengan  pembiayaan jenis lainnya.
  • Keuntngan pajak. Perusahaan dapat “membuat kue dan ikut memakannya” dengan keuntungan pajak dari lease.
  • Pembiayaan diluar neraca (off- balance-sheet financing) Beberapa lease tidak mengakibatkan bertambahnya utang pada neraca atau mempengaruhi rasio keuangan tetapi dapat menambah kemampuan perusahaan untuk melakukan pinjaman.Pembiayaan diluar neraca semacam itu penting bagi perusahaan tertentu.
Sifat Lease meliputi:
  • Jangan mengkapitalisasi setiap aktiva yang dilease. Karena lesse tidak memiliki hak atas properti yang dilease,maka kapitalisasi sangat diperlukan
  • Mengkapitaslisasi lease serupa dengan pembelian cicilan, akuntansi harus melaporkan transaksi sesuai dengan substansi ekonominya; karena itu, jika pembelian cicilan dikapitalisasi, maka demikian juga dengan lease yang memiliki karakteristik serupa.
  • Mengkapitalisasi semua lease jangka panjang menurut pendekatan ini, kapitalisasi hanya dilakukan atas hak jangka panjang untuk menggunakan properti.
  • Mengkapitalisasi lease perusahaan dimana Penalti atas pelanggaran perjanjian berjumlah substansial . Pendekatan yang terakhir ini adalah hanya mengkapitalisasi hak dan kewajiban kontraktual perusahaan (yang tidak dapat dibatalkan)
Kriteria penggolongan lease
  • pengujian pengalihan kepemilikan
  • pengujuian opsi pembelian dengan harga khusus
  •  pengujian umur ekonomis (pengujian 75%)
  •  pengujian pemulihan investasi
Leasse ini memenuhi kriteria untuk di klasifikasikan sebagai leasse mpdal dengan alasan sebagai berikut:
  • Jangka waktu leasse selam 5 tahun yang sam dengan estimasi umur ekonomis perlatan selama 5 tahun, memenuhu pengujian 75%.
  • Nilai sekarang dari pembayaran leasse minimum ( $100.000 sebagai mna di hitung dibawah) melebihi 90% dari nilai wajar propeti ( $100.00).                    
Pengungkapan Data Lease
            Persyaratan pengungkapan ini menyediakan bagi para investor dengan informasi berikut ini ;
  • Deskripsi umum mengenai sifat perjanjian lease.
  • Sifat, waktu, dan jumlah tunai masuk dan tunai keluar terkait lease, mencakup pembayaran yang akan dibayar atau diterima dalam tiap tahun dari lima tahun kedepan.
  • Jumlah pemasukan dan pengeluaran lease yang dilaporkan dalam laporan laba rugi setiap periode.
  • Deskripsi dan jumlah aktiva lease menurut klasifikasi umum neraca dan kewajiban yang terkait
  • Jumlah piutang dan jumlah pemasukan belum didapat yang sesuai perjanjian lease.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIMPUNAN MAHASISWA AKUNTANSI SINGAPERBANGSA  (HIMA-AKSI) Assalamualaikum Wr. Wb. Akuntansi merupakan salah satu jurusan yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSIKA dimana keahlian   Akuntansi sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Baik dalam lingkup kecil sampai lingkup bidang   yang   besar. Akuntansi merupakan hal yang sangat perlu untuk diketahui, dipelajari, dimengerti dan dilaksanaan sesuai dengan aturan yang berlaku (SAK). MAHASISWA AKUNTANSI yang sadar akan peran serta dan tanggung   jawabnya menghimpun diri dalam wadah dengan nama Himpunan Mahasiswa   Akuntansi Singaperbangsa (HIMA-AKSI) untuk mewadahi seluruh aspirasi dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis program studi Akuntansi. Maksud : HIMA-AKSI merupakan Organisasi Mahasiswa Akuntansi yang mewadahi aspirasi dan kreatifitas mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSIKA dalam hal informasi, komunikasi, kewirausahaan dan pegembangan serta peningka...

HIMA-AKSI Sukses Menggelar Acara "Seminar" di Amaris Hotel Karawang

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA-AKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSIKA menggelar acara seminar investasi dengan tema "Membentuk Generasi Muda yang Cermat dalam Menganalisis Peluang Investasi di Era Digital" Sabtu (12/5/2018). Seminar ini merupakan acara tahunan yang diusung HIMA-AKSI, bedanya seminar ini tidak hanya mengenai akuntansi saja namun dikombinasikan dengan ilmu manajemen. Pada seminar ini HIMA-AKSI berhasil bekerjasama dengan Reksadana Bank Mandiri. Seminar yang bertempat di Hotel Amaris Karawang ini dihadiri oleh sekitar 270 peserta baik mahasiswa maupun umum. Acara ini menghadirkan 2 pemateri, yaitu Annissa Sagita selaku penulis tetap di koran "ESQ Life" serta peraih penghargaan "The Most Active Female Financial Planner on Radio" dan Andhika Putranto sebagai Sales Marketing Mandiri Investasi serta Nanu Hasanuh SE., M.M., M.Ak. sebagai moderator. Dalam sambutan Ketua umum HIMA-AKSI mengungkapkan "Melalui seminar ini saya ha...

Accounting Battle, Wadah Mahasiswa Prodi Akuntansi UNSIKA untuk Mengukur Kemampuan

Accounting battle merupakan program kerja yang pertama kali diadakan oleh HIMA-AKSI, dengan tema yaitu "Mengasah Potensi Generasi Muda Akuntan Yang Profesional   Dengan Mengedepankan Jiwa Sportifitas". Acara ini diikuti oleh   mahasiswa/i akuntansi dari angkatan 2015-2017. Accounting Battle adalah salah satu rangkaian dari acara Pekan Raya Akuntansi 2018 yang diselenggarakan oleh HIMA-AKSI FEB UNSIKA. Tahapan  penyisihan yang diikuti oleh 35 tim  dimulai dengan  mengerjakan  soal pilihan ganda. Soal-soal yang diberikan  adalah seputar akuntansi. Setelah mengikuti babak penyisihan, beberapa tim terpilih untuk melanjutkan ke babak kualifikasi. Pada babak Kualifikasi, setiap tim beradu cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh juri. Pada Grand Final tersisa 3 tim masing masing berasal dari kelas 2AK1, 4AK8 dan 6AK5. Gelar juara umum Accounting Battle berhasil   diraih oleh 6AK5 tahun angkatan 2015. Mahasiswi akuntansi...